Showing posts with label last memory. Show all posts
Showing posts with label last memory. Show all posts

07 June 2014

It's Life.. No.. No.. It's my World.


TADAAAA..
Well.. my lovely blog very long time.. I'm come back.. :*
Saking lamanya sampai bingung yah apa yang mau ditulis untuk kali ini. Do you have good idea?.
Ok lah sepatah duapatah kata untuk memanaskan ruang blog yang sepi ini.. 

My blog, Alhamdulillah tepat pada Maret 2014 yang lalu aku dan kakakku menuntaskan kuliah S1 kami.. 
bagiku semua tak terasa, terlalu cepat rasanya proses perkuliahan dan berkerja sampingan itu.. sangat menikmati dan bersyukur atas jalanMu ya Robb.. :)

Moment wisuda itu menjadi moment yang sangat special, bukan tegang atau sedih karna bergesernya tali dari kiri ke kanan.. tapi sedih, bahagia, senang, bersyukur, dan nano nano karna kehadiran orang-orang yang ku sayang disampingku.. Thank's GOD.. :') 

Selfie dikit ya blog bolee laa.. aku pakai baju kebaya dan kain songket Palembang-Sumatera Selatan. Tanah kelahiranku.. bagaimana ada comment? nampak wanita sekali yaa.. hohohoho :p


Terimakasih my beloved yang ikut andil berperan besar mengabadikan moment ini.. Akhirnya aku punya foto mami papi berdampingan dan foto keluargaku lengkap.. :*







Dan foto kita berdua yang sedikit lusuh.. hahahaha selalu ya sedikit rock n roll but I Love it.. :p



Alhamdulillah ya Robb. Step by step sudah terlaksana. Step berikutnya adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, selalu dibutuhkan dan diinginkan kehadirannya. Menjadi diri sendiri, berdiri pada kaki sendiri, dan mengabdi. Permudahlah jalanku ya Robb. Selalu dapat istiqomah dan Qoannah. Amiiin.







25 August 2010

bagaimana aku bisa menggapaimu

Aku ingin memaknaimu dengan cinta dan airmata

Aku ingin melukiskanmu seperti detakku

Aku ingin mengukirmu dan memahatmu di kian hatiku

Tapi semua hanya hampa sia belaka

Tak satupun yang dapat menggapaimu

Pada binarnya lilin kubayangkan ketenangan dalam kekhusukan

Disitulah hati ku mulai terdampar

Hingga sang surya lelah menunggumu

Aku tetap memaknai dan melukismu

Dan selalu begitu, lalu terselip pada harapku

Tuk menafsirkanmu lewat bunga yang ku tanam sendiri

Agar aku dapat mengenangmu

Kutafsirkan segala bak teratai

Sebab mawar bukan dirimu

Aku yakin engkau masih di situ

Tetap pada pijakmu

Mungkin berulangkali

Hmm,

Aku bak akar teratai

Yang tak bisa memandang bunganya

Walau satu tubuh

"Bagaimana aku bisa mengapaimu tertaiku?"