Showing posts with label bad. Show all posts
Showing posts with label bad. Show all posts

30 September 2011

kamu.. kamu.. kamu..



aku kadang bertanya tak berhenti
mengapa ku alami ini yang tidak menyenangkan hati
aku heran kamu begitu kuat
mengikuti setiap langkahku, menghantui kehidupanku
 
aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan
lupa kalau mengenal kamu,lupa pernah cintai kamu
aku berharap biar tak melihat kamu sekarang
biar lupa mengenal kamu,biar lupa cintai kamu

aku tidak mengerti soal cinta
bodoh menghadapi hubungan yang akhirnya sampai begini
kapan bayangan kamu bisa pergi
suara kamu bisa hilang, biarkan aku hidup tenang

aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan
lupa kalau mengenal kamu,lupa pernah cintai kamu
aku berharap biar tak melihat kamu sekarang
biar lupa mengenal kamu,biar lupa cintai kamu

semua kenangan aku tak mau lagi (tak mau lagi tak mau lagi)
cukuplah sudah aku hanya ingin diakhiri

aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan
lupa kalau mengenal kamu,lupa pernah cintai kamu
aku berharap biar tak melihat kamu sekarang
biar lupa mengenal kamu,biar lupa cintai kamu

*ost. kotak- lupa ingatan :)



14 September 2011

kuatkan aku


aku gila pada diriku
berakar pada raga dan jiwaku
mencabik cabik pada egoku


lagi, lagi dan lagi menikmati asaku
aku terus menujam malamku
menikmati hatiku


aku mencoba menjelaskan pada diriku
sesaat aku ada dan sempurna
sesaat aku hilang dan hancur


Tuhan..
mungkin baginya ini mudah, tapi aku tidak.
tolong bantu aku.


aku yang terlalu hingga sakit
aku yang mengiba hingga luka
aku yang bertahan hingga rapuh


tamparan demi tamparan apapun itu
"tolong kuatkan aku saat ini"


hancurnya aku hingga tak tau arahku
tak kenal jiwa dan diriku
pecahku dalam diriku


percayakah kau?
ini terlalu sakit untukku


terimakasih bee.
ini terdalam untuk ku.




27 April 2010

bodoh

Entah ku tak mengerti.

Seperti aku tak pada diriku.

Seprti tak kenal pada diri ini.

Serasa bodohnya aku.

Mengapa aku siakan?

Tak kenalkah aku pada batin dan nuraninya.

Menapak hampir seperti hancur lebur.

Parahnya tak tersentuh hati ni.

Mengapa begitu keras membatu?

Mengapa begitu kasar tak berhati?

Serasa rendah bak parit di sana.

Aku tak kenal emosi diri.

Begitu cepat dan mudah memuncak.

Buruk!!

Hilang dalam tangisan menyesal.

Tak berartikah kini bertigkah?

Benar habis kata tuk bersilat.

Bodohnya aku!!